Oleh: abenksuka | Juni 1, 2011

JS – Petir Di Siang Bolong

“adek harus belajar yang rajin ya.. harus jadi anak yang pintar biar nantinya bisa membahagiakan ayah dan ibu” ucap jonny pada kepada tiga adiknya yng baru saja memberikan ucapan selamat padanya atas kelulusannya. Ibunya berucap pada jonny “mandi terus sholat dulu gih nak, abis itu kamu makan siang” “Ibu sudah siapkan buat kamu tuh di meja makan” tambah Ibunya. Selesai mandi dan sholat, Jonny pun bersiap untuk makan siang..

Namun terdengar suara telpon berbunyi .. dan selang berapa detik wajah ceria Jonny tiba-tiba berubah tanpa ekspresi ..!!

Dengan suara yang keras Jonny pun langsung memanggil-manggil Ibunya “buuu ayahh buu ayahh..”. Ibunya yang sedang menyapu dihalaman depan kaget mendengar anaknya berteriak-teriak memanggilnya. “ada apa nak.. ko kamu berteriak seperti itu” tan7a Ibunya pada Jonny. Belum sempat menjelaskan pada Ibunya Jonny langsung memeluk Ibunya erat-erat. Air matanya mengucur membasahi pinya. Ibunya makin penasaran apa sebenarnya yang terjadi, “kamu kenapa sih ko tiba-tiba menangis seperti ini” “coba tenang dan jelaskan ada apa sebenarnya pada Ibu” pinta Ibunya pada Jonny.

Dengan isak tangis jonny menjelaskan pada Ibunya “tadi ada telpon dari bang Dul bu dari rumah sakit, dan dia bilang bapak meninggal karena kecelakaan bu”. Bak Petir di siang bolong Ibunya kaget mendengar perkataan Jonny dan sketika jatuh pingsan. Adik-adiknya pun ikut menangis melihat Ibunya pingsan walaupun mereka belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jonny langsung menggendong ibunya ke kamar lalu segera meminta bantuan tetangga untuk menjaga Ibunya sementara dia akan pergi kerumah sakit. “dek, kamu dirumah saja jaga Ibu.. abang mau kerumah sakit dulu ya” pesan Jonny pada ketiga adiknya yang masih heran dengan apa yang terjadi.

Dengan ojek jonny pun segera berangkat menuju rumah sakit yang jaraknya sekitar 4 km dari rumahnya. Sepanjang perjalanan pikirannya terus bertanya-tanya “kenapa secepat ini? kenapa harus ayah?”. Motor itu berhenti dipinggir jalan, tak terasa dia telah sampai dirumah sakit yang dituju. Jonny segera masuk kedalam dan menanyakan tentang ayahnya pada pihak rumah sakit. Dia pun diantar menuju ruangan dimana ayahnya sedang berbaring dan telah pergi meninggalkan Jonny dan keluarganya. Disana ada bang Dul dan beberapa teman sesama supir yang tadi membawa ayahnya ke rumah sakit. Jonny dengan tangisannya langsung memeluk ayahnya, “ayahhhh jangan tinggalkan jonny” jonny berucap dengan air mata berlinang di pipinya. Bang Dul pun mencoba menenangkan Jonny dan berkata bahwa ini sudah suratan takdir yang tak mampu lawan. “sabar jon, relakan dan ikhlaskan kepergian ayahmu” ucap bang Dul dengan nada lembut. Bang Dul adalah teman ayahnya sekaligus tetangga yang juga berprofesi sebagai supir angkot.

Entah berapa lama Jonny memeluk ayahnya tanpa berucap sepatah kata pun. Setelah coba ditenangkan terus, akhirnya Jonny mau bangkit dan berusaha tegar. Bang Dul berkata agar Jonny segera mengurus Jenazah Ayahnya agar cepat dibawa pulang untuk di semayamkan karena semua anggota keluarga pasti juga sudah menunggu dirumah. Ya memang bagai mendengar petir di siang bolong. Di hari kelulusannya, Jonny justru ditinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya. Tapi dihatinya ia berkata “aku harus bisa meneruskan cita-cita Ayah yang ingin aku menjadi seseorang yang sukses”.

Keyakinan untuk BANGKIT disaat kesedihan menghampiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: