Oleh: abenksuka | Mei 18, 2011

Psikologi Komunikasi

KONSEP MANUSIA DALAM BEHAVIORISME

Konsepsi manusia dalam behaviorisme merupakan konsep Psikologi yang melihat manusia hanya dari prilaku yang kelihatan saja. Konsepsi behaviorisme juga menyebut manusia sebagai manusia pembelajar. Kenapa disebut manusia pembelajar, karena segala sesuatu ang manusia lakukan merupakan hasil dari pengalaman yang mereka dapat dari lingkungan tempat mereka berada. Pendapat Aristoteles yang mengatakan bahwa “pada waktu lahir manusia tidak mempunyai apa-apa, hanya sebuah kertas yang dilukis oleh pengalaman”, memang sangat tepat. Karena manusia melakukan suatu prilaku berdasarkan pengalaman dari apa yang mereka lihat, dengar serta lakukan.

Contoh yang dapat diambil dari kehidupan sehari-hari adalah kemampuan kita menaikkan sebuah layang-layang ke udara. Pada saat pertama kali kita mencoba menaikkan mungkin dan pasti akan gagal. Kita merasa sangat sulit untuk menaikkan laying-layang ke udara. Tapi seiring waktu berjalan dan belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kita pasti akan berhasil menaikkan laying-layang itu ke udara. Intinya adalah prilaku yang manusia lakukan berdasarkan hasil dari pengalaman yang di dapat atau dilakukan dirinya sendiri.

Konsepsi behaviorsme juga mengungkapkan bahwa manusia dibentuk oleh pengalaman, maka dengan mengontrol lingkungan kita dapat membentuk prilaku seorang manusia. Maksudnya adalah dengan kita kita mengontrol atau menguasai suatu keadaan/lingkungan, maka kita dapat membentuk prilaku seseorang seperti yang kita mau. Di dalam kehidupan sehari-hari pun banyak contoh yang bias kita ambil. Misalnya kehidupan di lingkungan keluarga. Seorang Ayah yang ingin anaknya menjadi orang yang pintar, setiap hari menyuruh anaknya untuk belajar denga mengawasinya terus. Di awal-awal mungkin jika tidak di awasi oleh Ayahnya sang anak tidak akan belajar seperti yang Ayahnya ingin. Tetapi setelah sekian lama anak tersebut akan terbiasa denha hal tersebut dan walau tanpa pengawasan sang Ayah anak tersebut akan belajar dengan sendirinya. Jika demikian berarti bisa dikatakan bahwa sang Ayah telah berhasil membentuk prilaku anaknya sesuai dengan keinginannya.

Prilaku yang manusia lakukan semua berasal dari pengalaman indrawinya. Pengalaman indrawi merupakan pengalaman yang ditangkap oleh semua panca indra yang manusia miliki, seperti mata, telinga, hidung dan lainnya. Dan pengalaman-pengalaman yang telah terjadi akan sangat menentukan bagi kehidupan seorang manusia di masa yang akan datang.

Penjelasan dibawah ini adalah tentang Konsepsi Manusia Dalam Behaviorisme yang saya buat sebagai tugas take home UTS kuliah Psikologi Komunikasi😀
Jadi maaf kalo masih banyak kekurangan dlam penjelasan saya ini …
Wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: